Rabu, 21 Mei 2008

Berbagai Protokol pada TCP/IP

Seorang network engineer tidak hanya tahu tentang pengalamatan IP dan routing, tetapi juga mengetahui konsep di balik berbagai protokol TCP/IP yang lain.

TCP/IP merupakan protokol paling penting yang dibahas pada ujian CCNA dan protokol tersebut paling sering digunakan dalam jaringan sekarang ini. Kita mulai artikel ini dengan melihat TCP dan UDP, dua protokol OSI Layer 4.

Router memeriksa header TCP dan UDP pada waktu memfilter dengan access list. Setelah TCP dan UDP, kita juga akan melihat ARP dan ICMP. Protokol TCP/IP memerlukan ARP dan ICMP dalam tugasnya.

TCP
Router dan host membuang paket karena berbagai alasan. Router mungkin saja tidak mempunyai rute yang memberitahunya ke mana harus meneruskan paket tersebut. Router atau host mungkin menemukan kesalahan dalam transmisi. Bagaimanapun, paket dapat hilang. TCP menyediakan berbagai macam fitur, termasuk perbaikan kesalahan. Malahan, TCP terkenal karena fitur perbaikan kesalahannya—tetapi ia dapat melakukan lebih dari itu.

Transmission Control Protocol (TCP) yang didefinisikan dalam RFC 793 melakukan berbagai fungsi berikut: multiplexing; perbaikan kesalahan (keandalan); flow control menggunakan windowing; pembuatan dan penghentian koneksi; dan transfer data. TCP mencapai tujuan tersebut melalui mekanisme pada komputer akhir. TCP mengandalkan IP untuk pengiriman data end-to-end, termasuk masalah routing. Dengan kata lain, TCP hanya melakukan hal yang diperlukan untuk mengirim data antaraplikasi dan ia berperan sebagai penyedia layanan untuk aplikasi yang ada di komputer.

UDP
Dalam ujian CCNA, Anda harus dapat membandingkan dan membedakan User Datagram Protocol (UDP) dengan TCP. UDP dan TCP merupakan sama-sama protokol OSI Layer 4. UDP menyediakan layanan untuk aplikasi untuk bertukar pesan.
Berbeda dengan TCP, UDP merupakan connectionless dan tidak ada keandalan, windowing, serta fungsi untuk memastikan data diterima dengan benar. Namun, UDP juga menyediakan fungsi yang sama dengan TCP, seperti transfer data dan multiplexing, tetapi ia melakukannya dengan byte tambahan yang lebih sedikit dalam header UDP.


UDP melakukan multiplexing UDP menggunakan cara yang sama seperti TCP. Satu-satunya perbedaan adalah transport protocol yang digunakan, yaitu UDP. Suatu aplikasi dapat membuka nomor port yang sama pada satu host, tetapi satu menggunakan TCP dan yang satu lagi menggunakan UDP—hal ini tidak biasa, tetapi diperbolehkan. Jika suatu layanan mendukung TCP dan UDP, ia menggunakan nilai yang sama untuk nomor port TCP dan UDP, seperti yang ditunjukkan pada RFC 1700 (www.isi.edu/in-notes/rfc1700.txt).


UDP mempunyai keuntungan dibandingkan TCP dengan tidak menggunakan field sequence dan acknowledgement. Keuntungan UDP yang paling jelas dari TCP adalah byte tambahan yang lebih sedikit. Di samping itu, UDP tidak perlu menunggu penerimaan atau menyimpan data dalam memory sampai data tersebut diterima. Ini berarti, aplikasi UDP tidak diperlambat oleh proses penerimaan dan memory dapat dibebaskan lebih cepat. Pada tabel, Anda dapat melihat fungsi yang dilakukan (atau tidak dilakukan) oleh UDP atau TCP.

Tidak ada komentar: